Di Pengesahan Warga PSHT Nganjuk, Kapolres Bicara Prestasi Pencak Silat

Pembukaan Malam Suran dan Pengesahan Warga Baru PSHT Cabang Nganjuk, di Stadion Anjuk Ladang Nganjuk, Kamis malam 27 September 2018 (ist)

Kamis 27 September 2018
by Panji LS

matakamera, Nganjuk - Kompleks Stadion Anjuk Ladang Nganjuk menjadi 'lautan hitam' sejak Kamis malam, 27 September 2018.

Ini karena lokasi setempat dijadikan pusat acara Malam Suran dan Pengesahan Warga Persaudaraan Setia Hati Teratai Cabang Nganjuk tahun 2018.

Kegiatan dihadiri oleh Forkopimda Nganjuk, Ketua Cabang PSHT Nganjuk, para pendamping masing-masing rayon dan peserta kurang lebih sebanyak 3.536 peserta yang dibagi dua gelombang mulai tanggal 27,28 dan 29 September 2018.

Seluruh peserta yang datang dari berbagai ranting berkumpul di Stadion Anjuk Ladang Nganjuk untuk mendapatkan pengarahan,untuk mengikuti prosesi  menjadi warga baru PSHT.

Dalam sambutannya Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta.,S.I.K.,M.H, menyampaikan, keluarga besar PSHT patut berbangga hati, karena pencak silat menjadi penyumbang emas sebanyak 14 medali, pada ajang Asian Games 2018 baru-baru ini.

Sehingga, dari 31 emas yang diperoleh Timnas, sebagian besar disumbang dari cabang pencak silat.

"Ke depan, semoga semakin banyak lahir pendekar dari Nganjuk yang juga akan menjadi atlet terbaik nasional dan Internasional,” ujar Kapolres.

Dengan hadirnya warga baru PSHT tahun ini, lanjut Kapolres, diharapkan akan menjadi generasi penerus dalam mencapai prestasi di kemudian hari.

"Bukan zamannya menjadi pendekar membuat onar dan keributan yang akan mencederai nama baik perguruan.," imbuhnya.

AKBP Dewa menekankan, kepada semua peserta pengesahan warga baru PSHT untuk benar-benar mematuhi sumpah dan janji ke-SH-an, Memayu Hayuning Bawono, bersama-sama menjaga keamanan dan lingkungan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, serta rela berkorban demi bangsa dan negara.

Di ujung sambutannya, Kapolres Nganjuk juga mengingatkan bahwa saat ini bangsa Indonesia melaksanakan Pesta Demokrasi Pileg dan Pilpres. Karena itu, diharapkan keluarga PSHT agar bisa mencermati adanya berita-berita Hoax,Radikalisme, isu sara dan ujaran kebencian atau hate speech, yang bisa memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa.

"PSHT harus bisa menangkal hal tersebut," pungkas Kapolres.

(ds/ab/2018)
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname