Puluhan Warga Ngetos Nganjuk Keracunan Usai Santap Nasi Aqiqah

Sejumlah korban mendapat perawatan medis di Puskesmas Ngetos, Jumat siang 7 Desember 2018 (foto : Muhammad Arif) 

Jumat 7 Desember 2018
by Panji Lanang S

matakamera, Nganjuk – Setidaknya 22 orang warga Dusun Sumberbendo, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dilarikan ke puksesmas dan rumah sakit terdekat, sejak Jumat pagi 7 Desember 2018.

Mereka secara bersamaan mengalami mual, muntah, pusing hingga diare. Diduga, mereka keracunan setelah mengkonsumsi nasi kotak dalam acara hajatan Aqiqah keluarga NRK, salah satu warga Dusun Sumberbendo pada Kamis 6 Desember 2018.

Satu-persatu warga mulai mengeluhkan mual, pusing hingga muntah sejak Jumat pagi pukul 10.00 WIB.

“Ini sementara ada 18 orang yang menjalani perawatan medis di Puskesmas Ngetos,kemungkinan bisa bertambah,” ujar Agus Wiyanto, relawan Tagana saat berada di Puskesmas Ngetos, Jumat siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Keluhan yang dirasakan para korban mulai dari mual, muntah, pusing, hingga diare (foto : Muhammad Arif)

Berdasarkan laporan tertulis Camat Ngetos kepada Bupati Nganjuk Jumat 7 Desember 2018, disebutkan ada 18 orang warga Dusun Sumberbendo yang dirawat medis, yang terdiri dari 5 laki-laki dari 13 perempuan. Dua orang di Puskesmas Berbek, sementara empat orang dirujuk ke RSUD Nganjuk.

Nama-nama korban yang sudah terdata yakni Aura, 9,Wijiati, 54, Ika Wijianti, 18, Rahayu W, 15, Yahya Irfaul, 9, Wiji, 50, Nina, 35, Suwanto, 40, Zaskia, 7, Trimono, 33, Citra Indah, 24, Sinta Ismalia, 13, Sukidi, 48, Novi Dwi Fatmawati, 18, Sutini, 40, Tri Rohani, 26, Jumianto, 29, dan Sutrisno, 40.

Sementara data dari Polres Nganjuk yang berhasil dihimpun matakamera.net, sampai Jumat sore pukul 16.00 WIB jumlah korban yang dirawat medis sudah sebanyak 22 orang. Sebagian dirujuk di RSUD Nganjuk, RS Bhayangkara Nganjuk dan RSI Nganjuk.

Polres Nganjuk juga mencatat, menu nasi kotak yang sempat dikonsumsi para korban berisi nasi putih, sayur pepaya dan daging kambing.

Hingga kini, polisi masih terus menyelidiki kasus ini. Sedangkan para korban terus menjalani perawatan medis dan dimungkinkan jumlahnya masih akan bertambah.

(ds/ab/2018)

Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname