Kekeringan Mulai Dirasakan Warga Nganjuk, Sumber Air di Desa Ngepung Mengecil

Petugas BPBD Nganjuk memeriksa tandom air bersih di Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Rabu 3 Juli 2019 (ist)

Rabu 3 Juli 2019
by Panji LS

matakamera, Nganjuk - Musim kemarau yang terjadi saat ini mulai berdampak kepada msayarakat. Termasuk sudah mengecilnya sumber mata air yang ada di sumur warga.

Kekeringan ini dialami masyarakat Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. Sebagian masyarakat desa sudah mulai kebingungan untuk mencari sumber mata air.

Bahkan mereka rela mencari untuk mendapatkan air bersih yang letaknya sangat jauh. Salah satu sumber mata air yang saat ini menjadi langganan warga desa, terletak di areal persawahan setempat.

Mardiono warga yang ikut mengantre pada Rabu 3 Juli 2019 mengatakan, kejadian ini sudah biasa dialaminya jika kondisi kemarau.

Meskipun, air yang diambil dari sumur sawah yang biasa dipergunakan untuk mengairi tanaman pertanian, warga tidak memikirkan apakah air tersebut tercemar atau tidak.

Mardiono dan warga lainnya berharap kepada Pemkab Nganjuk agar kondisi ini tidak sampai lama dirasakan warga Desa Ngepung. Ia juga berharap supaya sesegera mungkin ada distribusi air bersih untuk mengurangi apa yang dirasakan warga.

Sementara itu, Kepala Dinas BPBD Nganjuk Hendro Djoko Soedarsono mengatakan, ada 13 desa di 6 kecamatan yang sudah masuk dalam data BPBD akibat mengalami kekeringan. Menurutnya, 13 desa tersebut sudah dilaksanakan pemantauan termasuk persediaan air milik warga.

Dari pantauannya di 13 desa, sampai saat ini masih belum ada laporan tentang krisis air bersih

Meskipun demikian, dari kejadian yang terjadi di Desa Ngepung, BPBD Nganjuk an segera menindaklanjuti untuk pendistribusian air bersih. Termasuk bak penampungan air atau tandon.


(ds/ab/2019)
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname