Cerita UMKM Kediri Bertahan di Tengah Pandemi

Salah satu stan tanaman hias milik pelaku UMKM Kota Kediri, yang mengikuti pameran luring GLERRR UMKM Kota Kediri 2020/panji-matakamera.net
Rabu 18 November 2020

Para pelaku usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM) di Kota Kediri turut terkena imbas pandemi Covid-19. Namun mereka tetap berusaha bertahan. Selain menggenjot promosi secara daring, mereka juga tetap menggelar pameran produk secara luring, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Oleh : Panji Lanang Satriadin

Sore itu, Kamis 17 November 2020, suasana halaman Mall Kediri Town Square tampak lain dari biasanya. Sebuah tenda berukuran cukup besar didirikan, sehingga menarik perhatian sejumlah pengunjung.

Mereka yang awalnya ingin 'cuci mata' di dalam mall, teralihkan sejenak perhatiannya untuk memasuki area dalam tenda.

Rupanya, ada pemandangan yang tak kalah menarik di dalamnya, berupa puluhan stan yang berjajar rapi, memamerkan beraneka ragam produk industri lokal Kota Kediri.

Stan diisi antara lain produk dari 44 pelaku UMKM Kota Tahu, antara lain 18 pelaku usaha kerajinan tangan, 16 pelaku usaha tanaman hias, dan 10 pelaku usaha ikan hias.

Yang cukup menyedot animo pengunjung adalah pameran beragam tanaman hias, dari mulai tanaman seharga Rp 15 ribu hingga jutaan rupiah. Pun ikan hias, beragam jenis dipamerkan.

Enny Endarjati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kediri yang sore itu membuka pameran mengatakan, acara bertajuk GLERRR UMKM Kota Kediri 2020 itu merupakan upaya para pelaku UMKM di Kota Tahu, untuk tetap bisa memasarkan produk unggulan masing-masing di tengah pandemi Covid-19.

Meskipun digelar dengan konsep luring atau di luar jaringan, namun semua pihak yang terlibat disebutnya tetap berdisiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 

Antara lain dengan menerapkan prosedur pengecekan suhu tubuh bagi para pengunjung dan peserta, menyediakan tempat cuci tangan, tertib memakai masker, hingga penataan jarak pengunjung sehingga tidak sampai menimbulkan kerumunan.

“Meskipun sudah banyak pameran virtual, pameran luring juga dirasa perlu dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan,” terang Enny. Pameran tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 17 November 2020 sampai 22 November 2020.

Menurutnya, pameran ini digelar dengan tujuan untuk membangkitkan perekonomian, khususnya di bidang UMKM yang terkena dampak Covid-19.

"Ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan minus, begitu juga Kota Kediri. Namun Kota Kediri termasuk yang tidak terlalu turun dalam hal pertumbuhan," imbuhnya.

Pameran seperti ini dianggapnya akan menumbuhkan kembali pasar, sehingga masyarakat mulai berbelanja dan akhirnya ada uang yang berputar. Lokasi pameran juga sengaja diselenggarkan di lokasi yang strategis, yakni tempat nongkrong populer warga Kota Kediri.

Selain pameran, juga diselenggarakan bincang-bincang bagi ilmu. Pada hari pertama ini, bincang-bincang diisi oleh pengusaha milenial Fira Akbar Kurniawan pemilik usaha menjahit Jas Tailor Kediri, dan Yoxsis Dhian Florentina, pemilik Denyu Shoes.

“Kami rutin ikut pameran seperti ini, lumayan bisa membantu terutama untuk promosi,” kata Leni, staf Denyu Shoes, usaha sepatu buatan tangan yang menjadi salah satu peserta pameran.

Yoxsis Dhian Florentina, pemilik Denyu Shoes Kediri, mengakui selama pandemi permintaan turun, namun dengan memanfaatkan media sosial usahanya tetap jalan hingga sekarang ini.

"Pasti sangat berpengaruh pada April, Mei, Juni berkurang hingga 50 persen. Sekolah juga tidak masuk jadi permintaan juga turun. Namun, untuk pegawai tetap bekerja, jadi masuknya bergantian. Kami tidak boleh berhenti produksi, jadi solusinya memanfaatkan tabungan dulu. Dan, agar lebih dikenal kami memanfaatkan media sosial," pungkasnya.
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname