Kapolrestabes Surabaya Sebut Perlu Kolaborasi untuk Cegah Covid-19 dan Pulihkan Ekonomi

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Johnny Eddizon Isir saat pemaparan dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Covid-19 bersama tiga pilar pemerintah, di Gedung Bara Dhaksa Polrestabes Surabaya, Kamis (3/6)/matakamera.net - Panji LS
Kamis 3 Juni 2021

matakamera, SurabayaKota Surabaya di awal Pandemi Covid-19 sempat berstatus zona hitam. Namun sejak September 2020 sampai Juni 2021 ini, Ibukota Provinsi Jawa Timur tersebut telah konsisten berada di zona oranye.

Diperlukan upaya tertentu agar Kota Surabaya dapat menjadi zona hijau dan dikategorikan aman dari Covid-19.

“Untuk mencapainya, tidak bisa hanya satu elemen bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi antar elemen,” ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Johnny Eddizon Isir.

Hal itu disampaikan Isir, dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Covid-19 bersama tiga pilar pemerintah, Kamis 3 Januari 2021, di Gedung Bara Dhaksa Polrestabes Surabaya.

Isir mengatakan, bahwa kontribusi dari masyarakat khususnya komunitas sangat dibutuhkan. Unsur-unsur pembuat kebijakan juga perlu mendengarkan suara dari komunitas agar kebijakan yang dibuat dapat sejalan dengan keadaan masyarakat saat ini.

Di sisi lain menurut Isir, pemerintah juga menyoroti bagaimana perekonomian di Kota Surabaya perlu mengalami perbaikan. Sejalan dengan hal tersebut, perlu adanya sinkronisasi antara perekonomian yang terus berjalan dengan target berakhirnya pandemi Covid-19.

“Warga boleh melakukan kegiatan tapi prokes (protokol kesehatan) jangan dilupakan,” ujar Kombes Isir.

Protokol kesehatan menjadi aturan dasar yang perlu dipatuhi oleh masyarakat era New Normal Life. Mengingat bahwa di bulan Juli, sekolah-sekolah mulai memberlakukan tatap muka.

Program vaksinasi yang telah berjalan perlu diimbangi dengan pengoptimalan tracing. Petugas perlu mengoptimalkan penelusuran terhadap masyarakat yang terjangkit Covid-19 agar segera diberi penanganan khusus.

"Output yang ingin dicapai adalah, agar masyarakat dapat beraktivitas kembali dengan tidak meninggalkan prokes. Maka, seluruh elemen masyarakat perlu berkolaborasi dalam mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya di akhir tahun 2021," pungkas Isir.

Reporter : Panji Lanang Satriadin
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname