Karnaval Budaya HUT ke-81 RI di Nganjuk Kedepankan Toleransi, PHBN Siapkan Tenda Ibadah

PHBN memasang tenda ibadah di lokasi pemberangkatan peserta pawai budaya, di halaman Stadion Anjuk Ladang Nganjuk, Selasa (11/8/2026)
Selasa 11 Agustus 2026

NGANJUK, matakamera.net – Pelaksanaan karnaval dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Nganjuk tak hanya mengedepankan semarak budaya. Panitia Hari Proklamasi dan Hari Nasional (PHBN) Kabupaten Nganjuk juga memastikan kegiatan berjalan dengan tetap menghormati waktu dan kebutuhan ibadah peserta.

Ketua PHBN Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, mengatakan rangkaian Pawai Budaya HUT ke-81 RI Tahun 2026 di Nganjuk melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan masyarakat umum. Di  antaranya Karnaval TK/RA pada Minggu (9/8/2026), karnaval SD/MI pada Senin (10/8/2026) dan karnaval tingkat SMP/MTs pada hari ini, Rabu (11/8/2026). 

Sedangkan puncaknya, yakni karnaval kategori SMA/SMK dan umum akan digelar pada Sabtu (15/8/2026). Seluruh rangkaian karnaval dimulai sekitar pukul 13.00.

Menurut Puguh yang juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan Nganjuk, penataan waktu tersebut menjadi bagian dari upaya panitia menjaga toleransi, mengingat peserta berasal dari latar belakang yang beragam. Panitia juga menyiapkan sarana ibadah di lokasi pemberangkatan, Stadion Anjuk Ladang, Ploso, karena belum tersedia musala permanen. 

Penampilkan salah satu peserta karnaval/pawai budaya tingkat SMP/MTs HUT RI ke-81 di Kabupaten Nganjuk

“Ini juga sebagai bentuk toleransi. Peserta yang beragama Islam diharapkan bisa melaksanakan salat Dzuhur terlebih dahulu. Panitia juga menyiapkan tenda dari BPBD untuk dijadikan sarana ibadah,” ujarnya.


Selain fasilitas ibadah, panitia juga menetapkan sejumlah ketentuan kepada peserta karnaval. Dalam technical meeting, menurut Puguh peserta diminta tidak menggunakan sound horeg maupun perangkat yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan yang telah disampaikan panitia. Lalu, peserta juga dilarang mengenakan kostum atau pakaian yang dianggap tidak mencerminkan adat dan budaya, seperti laki-laki mengenakan pakaian perempuan secara berlebihan.

Puguh mengatakan, aturan tersebut diterapkan agar karnaval benar-benar menjadi ruang untuk menampilkan kreativitas sekaligus budaya masyarakat Nganjuk. 

“Judulnya kan pawai budaya. Jadi kami berharap penampilan peserta tetap mencerminkan adat dan budaya kita,” ujarnya.

Rangkaian PHBN Kabupaten Nganjuk sendiri telah berlangsung sejak awal Agustus. Kegiatan mencakup berbagai agenda, mulai olahraga, kegiatan kemanusiaan, keagamaan hingga pawai budaya yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) dan berbagai elemen masyarakat.

Puncak peringatan akan berlangsung pada 17 Agustus melalui upacara detik-detik Proklamasi dan malam resepsi kenegaraan. Selain itu, PHBN juga berkolaborasi dalam pelaksanaan Adhyaksa Night Run yang digelar Kejaksaan Negeri Nganjuk bersama sejumlah pihak. Agenda tersebut nantinya turut diramaikan dengan kegiatan pasar yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan di Kabupaten Nganjuk.

Rif/Pas/2026
Share on Google Plus

About matakamera.net

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Comments System