![]() |
| Ketua DPC Partai Demokrat Nganjuk Endah Sri Murtini mengikuti Musda VII Partai Demokrat Jatim bersama para Ketua DPC se-Jatim |
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Nganjuk Endah Sri Murtini hadir langsung dalam musda bersama jajaran Ketua DPC Partai Demokrat se-Jawa Timur. Menurut Mbak Endah, sapaan akrabnya, proses persidangan berjalan kondusif hingga menghasilkan keputusan secara aklamasi.
"Musda VII Partai Demokrat Jatim kemarin memang mengerucut di satu nama, yaitu Mas Emil sebagai calon tunggal Ketua DPD Partai Demokrat Jatim," ujar Mbak Endah.
Endah menjelaskan, setelah pembukaan, Musda dilanjutkan dengan Sidang Pleno I hingga Sidang Pleno II. Dalam proses tersebut, kepengurusan DPD Partai Demokrat Jawa Timur periode sebelumnya dinyatakan demisioner.
Musda juga menerima laporan pertanggungjawaban kepengurusan DPD Partai Demokrat Jatim periode 2022–2027 yang sebelumnya dipimpin Emil Dardak.
![]() |
| Musda VII Demokrat Jatim turut dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Sekjen DPP Partai Demokrat Herman Khaeron dan sejumlah tokoh lainnya |
"Setelah pembukaan dilanjutkan Sidang Pleno I sampai Sidang Pleno II. Hasilnya menjadikan pengurus DPD Partai Demokrat Jatim demisioner dan menerima laporan pertanggungjawaban selama Mas Emil menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jatim," jelasnya.
Sebanyak 40 pemegang hak suara dalam Musda VII secara aklamasi mengusulkan Emil Dardak sebagai calon tunggal Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur kepada DPP Partai Demokrat.
Aklamasi tersebut sekaligus menjadi penanda kuatnya dukungan internal terhadap Emil untuk kembali menakhodai Demokrat Jatim.
Musda VII turut dihadiri jajaran DPP Partai Demokrat. Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron hadir langsung bersama jajaran pengurus DPP dan Kepala BPOKK Ossy Dermawan beserta jajaran.
Sementara Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang berhalangan hadir secara langsung tetap menyapa para peserta Musda melalui sambungan video conference.
"Musda dihadiri Sekjen Demokrat dan jajaran pengurus DPP karena Ketum berhalangan hadir, namun tetap terhubung dengan Ketum AHY melalui video conference untuk menyapa peserta Musda," kata Mbak Endah.
Sejumlah tokoh Jawa Timur juga hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, KH Asep Saifuddin Chalim, dan Arumi Bachsin. Musda juga diikuti para anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD kabupaten/kota se-Jawa Timur, serta ketua dan sekretaris DPC Partai Demokrat se-Jawa Timur.
Bagi Mbak Endah, jalannya Musda yang aman dan kondusif menjadi salah satu catatan penting dalam forum konsolidasi lima tahunan tersebut. Ia menyebut tidak terjadi gejolak selama proses persidangan berlangsung.
"Aman, tidak ada gejolak sama sekali. Semua berjalan dengan baik," tegasnya.
Dengan berakhirnya rangkaian Musda dan munculnya satu nama calon tunggal, tahapan berikutnya berada di tangan DPP Partai Demokrat. Selanjutnya akan dibentuk tim formatur yang bertugas membahas susunan kepengurusan DPD Partai Demokrat Jawa Timur periode 2026–2031.
"Setelah ini tinggal menunggu terbentuknya formatur untuk membahas seluruh kepengurusan DPD Partai Demokrat Jatim periode 2026–2031," pungkas Mbak Endah.
Rif/Pas/2026


0 komentar:
Posting Komentar