Selesai Tugas, Polisi Nganjuk Ini Tak Langsung Pulang ke Rumah. Tapi ...

nganjuk
Brigadir Winarno berpeci putih dan duduk di kursi, saat memberikan siraman rohani kepada para penghuni tahanan Polres Nganjuk (matakamera/foto : Humas Polres Nganjuk)
Sabtu, 4 Maret 2017 | Edited by Panji Lanang Satriadin

matakamera, Nganjuk – Sekilas, tak ada yang berbeda dari sosok Brigadir Winarno dengan bintara polisi lainnya di Polres Nganjuk. Dia sehari-hari bertugas sebagai anggota Subbag Sarpras Polres Nganjuk. Namun siapa sangka, polisi muda ini punya aktivitas lain yang istimewa.

Secara rutin, usai jam dinas pada sore hari, Brigadir Winarno mengadakan pengajian di ruang tahanan Polres Nganjuk. Dia sendiri yang menjadi da'i, dan memberi tausiyah kepada para pelaku tindak pidana di balik jeruji besi. Aktivitas ini tidak lazim, karena umumnya pengajian dilakukan di tempat-tempat seperti masjid, lembaga pendidikan atau di perkampungan.

Kegiatan rohani itu juga tidak ada dalam agenda resmi Polres Nganjuk. Melainkan, atas inisiatif Brigadir Winarno sendiri secara sukarela. “Jadwalnya bisa berubah tapi yang jelas rutin, minimal seminggu dua kali setelah jam dinas,” ujar Brigadir Winarno.

nganjuk
Brigadir Winarno memberi pengajian di tahanan atas inisiatif sendiri secara sukarela (matakamera/HPN)
Polisi yang juga pengurus Takmir Masjid Al-Ikhlas Polres Nganjuk itu biasanya memberi tausiyah kepada tahanan dengan durasi 1 jam. Begitu jam tugas selesai, Brigadir Winarno tak langsung pulang, tapi justru menyambangi para tahanan, sambil memberi siraman rohani mulai pukul 16.00 WIB ssampai pukul 17.00 WIB. “Jadi tidak menggangu jam dinas saya. Tema tausiyah juga berganti-ganti sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Brigadir Winarno mengaku, tujuannya melakukan kegiatan tersebut hanya untuk mengingatkan kepada para tahanan, agar mereka tidak lupa berdoa kepada Allah SWT, yang telah memberi rezeki dan rahmat. Meskipun, saat ini mereka sedang diuji kesabarannya karena menjalani hukuman penjara.

‘Pekerjaan’ tambahan ini sudah dilakukan Brigadir Winarno sejak tiga bulan yang lalu. Setiap memberi tausiyah, dia duduk di kursi di depan pintu tahanan, dengan tetap memakai seragam polisi. Bedanya, saat berceramah dia juga mengenakan peci putih, membawa Al-Qur-an atau buku kajian Islam di tangan.

Tak hanya itu, Brigadir Winarno juga memberi waktu khusus, biasanya pada Kamis malam Jumat, untuk mengajak para tahanan berdoa bersama. Khususnya, ditujukan untuk leluhur dan orang tua masing-masing yang sudah meninggal, agar mereka juga mendapat berkah doa dari anak-cucunya.(ab)

Baca juga : Awas Razia! Polres Nganjuk Operasi Lalin selama 21 Hari

Lihat : Profil Redaksi Matakamera Nganjuk

Share on Google Plus

About matakamera.net

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System