Pj Bupati Nganjuk Melantik 2 Kepala Sekolah yang Sudah Meninggal

DPRD Nganjuk
Rapat Paripurna DPRD Nganjuk dengan agenda pendangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda Kabupaten Nganjuk, tentang Pertanggungjawaban pelaksanaaan APBD Nganjuk tahun 2017, Selasa 26 Juni 2018 (ist)

Rabu 27 Juni 2018
by Panji Lanang Satriadin

matakamera, Nganjuk - Ada temuan kejanggalan dalam pelantikan para kepala sekolah di Kabupaten Nganjuk awal Juni 2018 lalu, oleh Penjabat (Pj) Bupati Nganjuk Sudjono.

Dua aparatur sipil Negara (ASN) yang sudah meninggal dunia, ternyata masih dilantik menjadi kepala sekolah.

Temuan itu terungkap dalam rapat paripurna DPRD Nganjuk yang berlangsung Selasa, 26 Juni 2018.

Kejanggalan itu disampaikan oleh Ketua Fraksi HNPENAS DPRD Nganjuk Raditya Haria Yuangga, saat pandangan umum fraksi-fraksi terhadap rancangan peraturan daerah Kabupaten Nganjuk, tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Nganjuk tahun anggaran 2017.

“Ada dua ASN telah meninggal dunia, tapi namanya masih disebut menjadi kepala sekolah saat pelantikan,” ujar Yuangga, tanpa menyebutkan nama kedua ASN yang dimaksud.

Yuangga hanya menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterimanya, kedua ASN itu masing-masing sebelumnya menjadi guru dan staf UPTD di Kecamatan Nganjuk.

Dua fraksi lain, PDI Perjuangan dan Gerindra juga mengungkapkan kejanggalan yang sama .

Selain masalah tersebut, Fraksi HNPENAS juga menemukan dugaan penyimpangan pembangunan RSUD Kertosono, pembangunan taman Kertosono, gedung pemerintah yang ambruk, serta masalah pelayanan RSUD Nganjuk dan RSUD Kertosono.

Raditya Haria Yuangga, Ketua Fraksi HNPENAS DPRD Nganjuk (dok)

Sedangkan dari Fraksi Nasdem, menyampaikan pandangan umum soal pengembangan obyek wisata yang ada di Nganjuk yang tidak mengalami perkembangan signifikan.

Terpisah, Sekda Nganjuk Agoes Subagijo mewakili Pj. Bupati Nganjuk Soedjono belum mau banyak berkomentar soal pelantikan dua ASN yang sudah meninggal dunia tersebut.

Usai mendengarkan pandangan umum fraksi-fraksi di DPRD Nganjuk siang itu, Agoes hanya memberi pernyataan singkat.

“Meskipun saya mengetahui (soal ASN meninggal yang dilantik menjadi kepala sekolah), nanti biar Bapak Pj. Bupati Nganjuk yang menyampaikan. Tunggu saja minggu depan saat memberikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi,” ujar Agoes sambil buru-buru meninggalkan ruang rapat paripurna DPRD Nganjuk.

(ds/ab/2018)

Share on Google Plus

About matakamera.net

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System