Di NTB, Khofifah Sebut Jokowi Pemimpin Islam yang Taat Beribadah

Gubernur Terpilih Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat berbicara di Ponpes Maraqittqlimat Mamben, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, NTB, Jumat 1 Februari 2019 (foto : DAK)

Jumat 1 Februari 2019
Edited by Panji Lanang Satriadin

matakamera, NTB - Gerakan Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim Terpilih 2019-2024, bersama Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) merambah Kabupaten Lombok Timur, provinsi NTB.

Di Ponpes Maraqittqlimat Mamben, Kecamatan Aikmel, pada Jumat petang 1 Februari 2019, Khofifah bersama masyarakat NTB mendeklarasikan bersama JKSN, untuk menyukseskan pasangan capres dan cawapres Joko Widodo - Ma'ruf Amin.

Deklarasi JKSN NTB yang dirangkai dengan Doa Kebangsaan itu, dihadiri oleh ribuan masyarakat dari berbagai wilayah di Pulau Lombok.

Khofifah menegaskan, tudingan sejumlah pihak jika Presiden Jokowi bukan orang islam adalah keliru. Ia mengaku, melihat langsung presiden Jokowi taat melaksanakan puasa sunah Senin dan Kamis.

"Saat kemarin pas Kamis, sempat di undang ke Istana Presiden di Jakarta, saya terkaget-kaget. Begitu Adzan tiba-tiba ajudan presiden menyuguhkan air putih dan kurma serta makanan. Terus saya diajak presiden berbuka puasa bersama," kata Khofifah, petang kemarin.

Prosesi deklarasi JKSN di Lombok Timur, NTB, yang dipusatkan di Ponpes Maraqittqlimat Mamben (foto : DAK)

Ia mengatakan, dalam ajaran islam manakala pemimpinya itu sudah taat dan rajin melaksanakan perintah ibadah yang wajib serta ibadah sunnah, maka wajib umat islam memperjuangkannya.

"Insya Allah, jika pemimpin kita riyadoh kayak Pak Jokowi, maka negara kita akan makmur. Jadi, tugas kita bersma bersama harus bisa memperjuangkan pak Jokowi pada Pilpres 2019," tegas Khofifah.

Ia menambahkan, di NTB lantaran dikenal adalah Pulau Seribu Masjid, maka sudah selayaknya umat islam harus memilih pemimpin yang beragama islam dan taat beribadahnya.

"Sosok pak Jokowi adalah pemimpin panutan umat islam, sangat pas di JKSN NTB ketuanya adalah pak TGH Hazmi Hamzar yang adalah cendikiawan muslim serta Doktor ahli hukum. Jadi, nyambung jika kita bersama-sama ikut dan manut pada barisan pemenangannya," tandas Khofifah.

Dalam kesempatan itu. Khofifah dan tim JKSN memaparkan bagaimana sukses pemerintahan Jokowi selama empat tahun ini.

Tentang penurunan kemiskinan siginifikan di pemerintahan Jokowi. Yang menurut Khofifah tidak terbantahkan dengan narasi apapun.

Data penurunan kemiskinan bukan hanya dipublish oleh BPS, tapi juga terkonfirmasi bank dunia IMF. "Saya tahu karena saya ikut berproses dalam kaitan penurunan kemiskinan itu," tegas Khofifah.

Selain soal keberhasilan, yang juga penting adalah penyampaian bagaimana para influencer menjawab hoax, dan negatif campaign yang saat ini semakin deras menghantam pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Nah mereka wudah harus punya kemampuan yang lebih update untuk menjawab hoax dan negatif campaign. Update itu akan terbangun jika ada ada ada dalam satu jejaring sehingha demokrasi yang bermartabat," tandas Khofifah.

(ds/ab/2019)

Share on Google Plus

About matakamera.net

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System