Ahad 26 April 2026NGANJUK, matakamera.net - Warga Dusun Grompol, Desa Tanjungtani, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, meluapkan kekecewaannya dengan cara tak biasa. Mereka menanami puluhan batang pohon pisang di sepanjang jalan raya di dusun setempat yang menjadi penghubung Prambon–Ngronggot, Sabtu malam (25/4/2026).
Aksi tersebut dilakukan sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 WIB sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki.
Jalan berlubang dengan kedalaman cukup ekstrem itu dinilai membahayakan pengguna, terutama pengendara sepeda motor.
Pantauan di lokasi, kerusakan jalan membentang hampir satu kilometer. Bahkan, di sejumlah titik, lubang menganga menutup hingga separuh badan jalan.
Warga menanami pohon pisang di sepanjang sekitar 700 meter sebagai penanda sekaligus sindiran keras kepada pemerintah daerah.
Menurut warga, kondisi ini sudah berlangsung hampir dua tahun tanpa penanganan berarti. Padahal, ruas tersebut tergolong ramai dilalui kendaraan, terutama pada pagi dan malam hari.
“Pagi hari ramai karena ada aktivitas sekolah di MTs dan MA Al-Manar. Malam juga padat karena kegiatan pondok pesantren. Tapi jalannya tetap dibiarkan rusak,” ujar Kholil, warga setempat.
Kholil menambahkan, kerusakan jalan kerap memicu kecelakaan lalu lintas. Pengendara motor sering terpaksa saling berebut jalur untuk menghindari lubang, sehingga meningkatkan risiko tabrakan.
Hal senada disampaikan Subagio, warga Grompol lainnya. Ia menilai perhatian pemerintah terhadap infrastruktur di wilayahnya sangat minim, meski kewajiban masyarakat dalam membayar pajak tetap dituntut.
“Pajak disuruh bayar tepat waktu, bahkan dikejar-kejar kalau telat. Pajak kendaraan juga naik. Tapi jalan seperti ini dibiarkan rusak bertahun-tahun,” keluhnya.
Warga juga membandingkan kondisi jalan di desa tetangga, Tanjungkalang, yang dinilai jauh lebih baik. Bahkan, menurut mereka, jalan di wilayah tersebut masih mendapatkan pelapisan aspal baru.
“Di desa sebelah jalannya bagus, malah ditambahi aspal lagi. Di sini sudah rusak parah, tapi tidak ada perbaikan,” tambah Subagio.
Aksi tanam pohon pisang ini diharapkan dapat menarik perhatian pemerintah Kabupaten Nganjuk agar segera melakukan perbaikan. Warga mengatakan, langkah tersebut bukan sekadar bentuk protes, melainkan juga upaya mencegah kecelakaan yang lebih parah.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana perbaikan jalan kabupaten yang menjadi akses vital penghubung Prambon dan Ngronggot tersebut.
Rif/Pas/2026
Home
Berita
infrastruktur
Peristiwa
Regional
Dua Tahun Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Grompol Ramai-Ramai Tanami Pisang
- Blogger Comment
- Facebook Comment
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)


0 komentar:
Posting Komentar