'Pulang' ke Nganjuk Jelang Sidang, Novi Kini Ditahan di Tempat Ini

Bupati Nganjuk nonaktif Novi Rahman Hidhayat saat baru turun dari bus tahanan Bareskrim Polri, untuk dilimpahkan ke Kejari Nganjuk, Kamis (8/7)
Kamis 8 Juli 2021

matakamera, Nganjuk - Bupati Nganjuk nonaktif Novi Rahman Hidayat, yang menjadi tersangka korupsi suap jabatan perangkat desa dan ASN, secara resmi dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk, Kamis sore (8/7).

Novi seperti 'pulang' ke kampung halaman. Pasalnya, setelah sempat ditahan di Bareskrim Mabes Polri di Jakarta selama sekitar dua bulan, ia kini ditahan di Polres Nganjuk.

Ia ditahan bersama enam tersangka lainnya, masing-masing yakni mantan Camat Pace Dupriono, mantan Camat Tanjunganom sekaligus Plt Camat Sukomoro Edie Srijanto, mantan Camat Berbek Hariyanto, mantan Camat Loceret Bambang Subagio, mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo, dan bekas Ajudan Bupati Nganjuk M. Izza Muhtadin.

Pantauan matakamera.net, Novi dan enam tersangka lainnya tiba di Gedung Kejari Nganjuk sekitar pukul 16.00 WIB. Dengan menumpang bus milik kepolisian, rombongan tersebut mendapat pengawalan ketat penyidik Bareskrim Polri, tim Kejagung, Kejati Jatim, hingga petugas Brimob bersenjata laras panjang.

Bupati Nganjuk nonaktif Novi saat dibawa menuju tahanan Polres Nganjuk, dengan rompi tahanan merah dan tangan terborgol, Kamis malam (8/7)

Berikutnya, mereka menjalani pemeriksaan berkas perkara oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Nganjuk selama sekitar 3 jam, sampai pukul 19.00 WIB.

"Kami telah menerima pelimpahan perkara tahap II, atau P21, berupa tersangka dan barang bukti dari Bareskrim Polri dan Kejagung RI. Malam ini juga kami lakukan penahanan terhadap tujuh tersangka di Rutan Polres Nganjuk," terang Kepala Kejari Nganjuk Nophy Tennophero Suoth, Kamis malam (8/7).

Berbeda ketika Novi cs tiba di Kejari Nganjuk dengan baju santai, malamnya mereka tampak memakai rompi tahanan merah dengan tangan terborgol. Para tersangka ini kemudian diangkut bus tahanan kejaksaan menuju Polres Nganjuk.

Lebih lanjut Nophy mengatakan, alasan penahanan ketujuh tersangka di Polres Nganjuk karena Rutan Klas II-B Nganjuk sementara waktu tidak bisa menerima tahanan baru, selama masa PPKM darurat ini.

Nophy juga menyebut, dengan telah dilaksanakannya pelimpahan tahap II ini, maka tidak lama lagi akan dilaksanakan sidang.

"Persidangan akan digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya. Secepatnya. Saat ini kami di kejaksaan sedang mempersiapkan berkas dakwaan untuk para tersangka," imbuhnya.

Sebelum ditahan, ketujuh tersangka juga sempat menjalani tes Swab antigen. Hasilnya menurut Kajari Nophy, semuanya dinyatakan negatif Covid-19.

Sementara itu, Novi tidak banyak bicara ketika dikonfirmasi wartawan. Sambil melenggang masuk ke dalam bus tahanan, ia hanya sesekali melambaikan tangan.

"Halo semua. Saya baik-baik saja. Baik-baik saja," ujar Novi.

Para tersangka yang semuanya anak buah Bupati Novi juga ditahan di Rutan Polres Nganjuk

Untuk diketahui, se
lama proses penyidikan perkara Novi cs, penyidik Dit Tipidkor Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan sebanyak 49 saksi, tiga saksi ahli dan melakukan penggeledahan serta melakukan penyitaan terhadap sejumlah uang dan dokumen.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, dalam komferensi pers Kamis pagi (8/7) di Jakarta mengatakan, KPK bersama Bareskrim Polri telah menetapkan Bupati Nganjuk nonaktif Novi Rahman Hidayat sebagai tersangka dugaan suap terkait pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk, bersama enam orang tersangka lainnya.

Dalam kasus ini, Bupati Nganjuk dan ajudannya disangka Pasal 5 ayat (2) dan atau Pasal 11 dan/atau  Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Korupsi yang diubah dan ditambah melalui UU Nomor 20 Tahun 2021 Tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Korupsi Jo  Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangka tersangka lima Camat disangka Pasal 5 ayat (1) huruf A dan atau B dan Pasal 13 UU 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 tahun 2021 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Reporter : Panji LS
Editor : Rifai Abror



Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname