Naik Motor Lintas Provinsi Tanpa Helm, Cerita Ibu Muda Ini Bikin Trenyuh Polisi Nganjuk

Senin 27 April 2026

NGANJUK, matakamera.net - Jumat pagi (24/4/2026), suasana perempatan bypass Begadung, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, ramai seperti biasa. Dari arah selatan traffict light, tampak berjajar kendaraan roda dua dan empat yang menunggu lampu hijau menyala.

Di antara barisan kendaraan itu, ada
seorang ibu muda yang duduk di atas motornya. Ia tampak setengah melamun. Sorot matanya menyimpan kegelisahan.

Ibu muda itu tak memakai helm. Kepalanya hanya dibalut jilbab hitam.

Di seberang perempatan, kebetulan ada anggota Satlantas Polres Nganjuk, Aiptu Andi Kris, yang sedang bertugas. Perhatiannya langsung tertuju pada si ibu muda.

“Helmnya di mana?” tanya Aiptu Andi Kris.

Dengan suara lirih, ibu muda yang belakangan diketahui bernama Indah (20), asal Pare, Kediri itu menjawab, “Nggak ada Pak," jawabnya.

Percakapan pun berlanjut. Indah mengaku helmnya hilang di tengah perjalanan, saat beristirahat di wilayah Kecamatan Baron, Nganjuk.

Pagi itu, Indah sedang menempuh perjalanan panjang lintas provinsi, dari Pare, Kediri, menuju Pati, Jawa Tengah.

“Dari Kediri mau ke Pati? Mau ngapain ke Pati?” tanya Andi.

“Niku, ambil suami… suamine sakit,” jawab Indah, tak mampu menyembunyikan rasa cemasnya.

Perjalanan panjang Pare-Pati sejauh 250 kilometer seorang diri tanpa helm, diakui Indah bukan karena lalai. Tapi karena rasa cinta dan tanggung jawab. Ia ingin segera menjemput suaminya yang sedang sakit keras.

Mendengar itu, sikap tegas petugas berubah menjadi empati. Hatinya seketika trenyuh.

“Panjenengan ikut saya ke kantor lantas. Nanti saya beri helm. Kalau perjalanan jauh tanpa helm kan membahayakan,” ujar Aiptu Andi Kris dengan nada menenangkan.

Tak hanya itu. Ia juga memastikan Indah dalam kondisi cukup kuat untuk melanjutkan perjalanan.

“Sudah sarapan belum?” tanyanya lagi.
“Dereng,” jawab Indah pelan.

Aiptu Andi kemudian mengajak Indah beristirahat sejenak. Ia diberi sarapan. Duduk di ruangan ber-AC untuk menenangkan diri, sebelum kembali melanjutkan perjalanan panjangnya.

Setelah merasa siap, Indah dibekali helm untuk keselamatan.

“Hati-hati di jalan, nggak usah banter-banter. Niatnya ke sana merawat suami,” pesan Aiptu Andi kepada Indah.

Indah hanya bisa mengangguk. Matanya berkaca-kaca.
“Matur suwun nggih, Pak,” ucapnya penuh haru.

Rif/Pas/2026
Share on Google Plus

About matakamera.net

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Comments System