“Sambang Putu” di Nganjuk, Seniman Ludruk Garingan Meimura Libatkan Anak-Anak di Atas Panggung

Ahad 26 April 2026

NGANJUK, matakamera.net - Seniman ludruk garingan, Meijono atau yang akrab disapa Meimura, menghidupkan panggung seni tradisi melalui pentas bertajuk Besut Jajah Desa Milangkori.

Kegiatan ini digelar pada Sabtu (25/4/2026) di Sanggar Rumah Ilalang, Dusun Karangnongko, Desa Kelutan, Kecamatan Ngronggot.

Dalam pementasan kali ini, Meimura mengangkat tajuk “Sambang Putu”. Tema tersebut menggambarkan sosok kakek dan nenek yang mengunjungi cucunya.

Pilihan tema bukan tanpa alasan. Sanggar Rumah Ilalang yang diprakarsai Agus R. Subagyo selama ini dikenal aktif mengasuh dan membina anak-anak di bidang seni.

Menariknya, dalam pentas ludruk garingan ini, anak-anak tidak hanya menjadi penonton atau penggembira. Mereka dilibatkan langsung dalam pementasan.

Sejumlah anak tampil membawakan puisi hingga monolog di hadapan penonton yang hadir.

Meimura mengatakan, konsep “nyambangi putu” memiliki makna filosofis yang mendalam. Menurutnya, kehidupan manusia tidak pernah benar-benar selesai, melainkan terus berlanjut dalam bentuk yang berbeda.

“Sambang putu adalah tentang pulang. Tapi bukan ke rumah, melainkan ke diri sendiri yang tak pernah benar-benar pergi,” ujar Meimura.

Ia menambahkan, mengunjungi cucu tidak sekadar dimaknai sebagai aktivitas kekeluargaan. Lebih dari itu, hal tersebut menjadi simbol perjalanan kembali ke masa muda yang penuh semangat dan cinta.

Pentas di Nganjuk ini menjadi kali keempat Meimura menggelar rangkaian ludruk garingan keliling Jawa Timur. Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di Surabaya, Sidoarjo, dan Jombang.

Rangkaian tur budaya ini belum berakhir. Meimura dijadwalkan melanjutkan pentas berikutnya di Mojokerto pada 7 Mei 2026 mendatang.

Selain pertunjukan seni, kegiatan di Sanggar Rumah Ilalang juga diisi dengan sarasehan budaya. Diskusi tersebut menghadirkan Prof. Autar Abdillah bersama Agus R. Subagyo, membahas pentingnya pelestarian seni tradisi di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Selain menjadi hiburan, pentas ludruk garingan dinilai mampu menjadi ruang edukasi sekaligus regenerasi bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai budaya lokal.

Rif/Pas/2026
Share on Google Plus

About matakamera.net

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Comments System