Khitan Massal Gratis Pemkab Madiun, RSUD Caruban Catatkan 100 Peserta

Direktur RSUD Caruban drg. Farid saat meninjau peserta khitan massal gratis
Selasa 23 Juni 2026

‎MADIUN, matakamera.net - Acara khitan massal gratis yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun dalam rangka Hari Jadi yang ke-458 dan Hari Kesatuan Gerak PKK, membeludak.

Hal ini menyusul, dari target awal 290 peserta, jumlah pendaftar justru melonjak menjadi 306 anak.
‎
Pada kesempatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Madiun, Soedjiono mengatakan bahwa kegiatan khitan massal tahun ini digelar di tiga titik, yakni RSUD Caruban, RSUD Dolopo, dan Joglo Sendangrejo.
‎
‎“Ini bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 dan Hari Kesatuan Gerak PKK. Kegiatan khitan massal kita laksanakan di tiga tempat,” ujar Soedjiono usai kegiatan di RSUD Caruban pada, Selasa (23/6/2026).
‎
Lebih jauh ia menyampaikan, pendaftaran dibuka melalui masing-masing camat di seluruh wilayah Kabupaten Madiun. Dari target awal sebanyak 290 peserta, jumlah pendaftar kini telah mencapai 306 anak.
‎
‎“Alhamdulillah sudah melebihi target. Mungkin karena momentumnya pas libur sekolah sehingga antusiasme masyarakat tinggi,” terangnya.
‎
‎Pemkab berharap kegiatan sosial ini dapat membantu masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu, sekaligus menjadi bagian upaya menciptakan generasi muda yang lebih sehat dan berkualitas.
‎
‎“Harapannya generasi muda ke depan menjadi lebih sehat, lebih tangguh, dan lebih berkualitas,” katanya.
‎
‎Di tempat yang sama, Direktur RSUD Caruban drg. Farid Amirudin menjelaskan bahwa khitan massal ini tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga penting dari sisi kesehatan.
‎
‎Menurutnya, khitan dapat mencegah potensi infeksi yang bisa muncul akibat penumpukan kuman pada area ujung alat kelamin.
‎
‎“Kalau tidak dikhitan, itu bisa menjadi lokus infeksi atau tempat berkumpulnya kuman yang bisa memicu gangguan kesehatan,” jelasnya.
‎
Sementara itu, di RSUD Caruban sendiri, tercatat ada 100 peserta yang mengikuti khitan massal. Sebagian besar berasal dari wilayah utara Kabupaten Madiun, terutama Kecamatan Mejayan dan Balerejo.
‎
‎Selain tindakan medis, para peserta juga mendapatkan sejumlah bantuan berupa baju koko, kopiah, sarung, tas, hingga uang saku.
‎
‎Farid juga menambahkan, secara medis anak usia prasekolah bahkan bayi yang memiliki indikasi infeksi sudah dapat dilakukan khitan.
‎
‎“Semakin dini tentu lebih baik. Karena kalau sudah dewasa, penumpukan kuman bisa lebih lama dan risikonya lebih besar,” tandasnya.

Her/Pas/ADV/2026
Share on Google Plus

About matakamera.net

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Comments System