Truk Pengangkut 57 Pelajar SD Gemenggeng Pace Terguling di Tanjakan Roro Kuning

Kondisi setelah truk pengangkut rombongan SDN Gemenggeng II Pace terguling di Desa Bajulan Loceret, Sabtu 22 Oktober 2016. Sejumlah korban menjalani perawatan di RSUD Nganjuk (matakamera.net/foto : polresnganjuk)
matakamera, Nganjuk - Peristiwa kecelakaan tunggal terjadi di jalur menuju kawasan wisata Air Terjun Roro Kuning, Dusun Magersari, Desa Bajulan, Kecamatan Loceret,  Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu pagi 22 Oktober 2016. Truk bak terbuka itu mengangkut setidaknya 57 anak sekolah dasar (SD) dari SDN Gemenggeng 2 Pace, berserta guru mereka yang hendak berwisata ke lokasi air terjun setempat. Akibatnya, 5 anak mengalami luka-luka dan harus dirawat intensif di RSUD Nganjuk.

Menurut informasi, kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Awalnya sebanyak 57 pelajar yang terdiri dari kelas 4, 5 dan 6 itu berangkat dari sekolah mereka bersama para guru, untuk kegiatan berenang di Roro Kuning. Mereka menumpang truk bak terbuka yang disopiri Rahma Arif, 50, bernopol AG 8837 VC.

Perjalanan dari Desa Gemenggeng Pace sampai mendekati Roro Kuning awalnya lancar. Namun ketika melintas di Dusun Magersari, Desa Bajulan dengan kondisi jalan menanjak 35 derajat, truk tiba-tiba tak kuat melaju dan sopir kehilangan kendali. Truk penuh muatan manusia itu kemudian mundur dengan sendirinya diikuti teriakan histeris anak-anak SD dan guru mereka di bak belakang. Beberapa detik kemudian lalu Brakkkk!!! "Truk terguling ke sisi kanan sehingga para korban yang dimuat ikut terjatuh," terang Kanit Lakalantas Polres Nganjuk Ipda Rony Andreas Suharto, usai melakukan penyelidikan di lokasi kecelakaan.

Kepanikan pecah beberapa saat setelah truk terguling. Apalagi sebagian besar yang diangkut adalah anak-anak SD. Sejumlah warga dusun setempat pun berdatangan untuk melakukan pertolongan, disusul kemudian petugas dari Polsek Loceret dan Unit Lakalantas Polres Nganjuk. Polisi memastikan ada 5 orang yang mengalami luka-luka karena terjatuh dari bak truk.

Dari data yang dipegang Ipda Rony, nama-nama korban kecelakaan tunggal tersebut antara lain Suyadi, 42, guru SD Gemenggeng Pace, Dilla, 11, pelajar asal Desa Pacekulon, M.Irul Azis,10, pelajar asal Desa Gemengeng, Pandi,7, pelajar asal Desa Kecubung dan Farlin,11, pelajar asal Desa Gemenggeng. Mereka mengalami luka di lengan, kaki, kulit terkelupas hingga gigi tanggal. "Tidak ada korban jiwa," sambung Ipda Rony.

Polisi sampai Sabtu siang masih menyelidiki kasus kecelakaan tersebut. Menurut Ipda Rony, kesalahan ada pada faktor human erorr. Terutama dari sisi pemilihan jenis kendaraan truk yang seharusnya khusus mengangkut barang, dan dilarang keras untuk mengangkut manusia. "Sopir truk juga tidak memiliki SIM, masih kami periksa di kantor," pungkas Rony.(ab)

(Panji LS)


Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname