Komisi IV DPRD Nganjuk Hearing dengan KPAD dan Dinkes

Rapat dengar pendapat membahas permasalahan HIV/AIDS di Kabupaten Nganjuk digelar Komisi IV DPRD Nganjuk pada Jumat, 14 Februari 2020 (foto : Panji)

Jumat 14 Februari 2020
by Panji LS

Bahas Penanganan Masalah HIV-AIDS secara Komprehensif

matakamera, Nganjuk - Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk menggelar hearing atau dengar pendapat dengan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Nganjuk, dan Dinas Kesehatan Pemkab Nganjuk, pada Jumat pagi 14 Februari 2020.

Rapat yang digelar di ruang rapat lantai II Gedung DPRD Nganjuk tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi IV Edi Santoso S.Pd, didampingi sejumlah anggota, antara lain Endah Sri Murtini, Wiwin Sudilah, hingga Diah Putri Aruma.

Rapat dengar pendapat kali ini membahas tentang upaya pencegahan hingga penanggulangan kasus HIV-AIDS di Kabupaten Nganjuk. Hal ini sesuai tugas Komisi IV DPRD Nganjuk yang salah satunya membidangi pengawasan di bidang kesehatan.

Setelah membuka rapat, Ketua Komisi IV DPRD Nganjuk Edi Santoso kemudian memberi kesempatan kepada perwakilan KPAD Nganjuk dan Dinkes Nganjuk, untuk menyampaikan pemaparan masing-masing.

Salah satunya, seperti disampaikan Trisna Eka Setyowati, anggota KPAD Nganjuk. Menurutnya, pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir sebenarnya telah menyediakan infrastruktur yang sudah memadai, dalam penanganan kasus HIV-AIDS.

Dia menyebutkan contoh, seperti telah tersedianya pelayanan pasien HIV-AIDS di 20 puskesmas se-Kabupaten Nganjuk.

Namun demikian, Trisna berharap kepada pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif, agar bisa melakukan penanganan secara lebih komprehensif atau menyeluruh.

"Jadi tidak sebatas aspek medisnya saja. Tetap juga bagaimana aspek sosialnya, psikologisnya, bagi si penderita maupun orang-orang di sekitarnya," ujar Trisna.

Untuk diketahui, KPAD Nganjuk mencatat sampai akhir tahun 2019, ada sebanyak 255 kasus HIV-AIDS, dengan jumlah penderita laki laki sebanyak 140 orang, dan perempuan 109 orang. Untuk homo seksual dan waria tercatat hanya ada 6 orang.

Jika diakumulasi dari tahun 2002 – 2019 jumlah penderita HIV/AIDS mencapai 1381 kasus. Terdiri dari laki laki 607 orang , perempuan 720 orang sementara untuk kelompok homoseksual plus waria 54 orang.

Kasus HIV/AIDS terbanyak ditemukan di Kecamatan Tanjunganom. Urutan terbanyak kedua ada di kecamatan kota Nganjuk. Sementara di urutan ketiga terbanyak ada di wilayah kecamatan Bagor.

Sementara itu, Ketua Komisi IV Edi Santoso usai mendengarkan pemaparan-pemaparan tersebut menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk melakukan upaya penanganan kasus HIV-AIDS di Kabupaten Nhanjuk secara serius.

Selain itu, pihaknya juga meminta pemerintah daerah dan istansi terkait agar lebih memberikan pemahaman secara utuh kepada masyarakat terkait HIV-AIDS, agar tidak keliru dalam menyikapi kasusnya.

“Masyarakat menerima informasi itu masih sepotong-sepotong. Contohnya, ada yang takut menyentuh jenazah (penderita AIDS) saat mau dikuburkan. Ini tentu perlu diluruskan,” ujar Edy.

Politisi Hanura ini juga menyatakan, semua pemaparan dan aspirasi yang disampaikan dalam hearing kali ini, menjadi masukan konstruktif terutama untuk pembahasan regulasinya.
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname