Mengapa RSUD Kertosono Tak Jadi Diresmikan oleh Wapres?

Gedung RSUD Kertosono awalnya direncanakan akan diresmikan oleh Wapres Jusuf Kalla. Namun belakangan batal dan diresmikan sendiri oleh Bupati Nganjuk Taufiqurrahman (matakamera/ist)
Jumat 14 Juli 2017 |
by Panji Lanang Satriadin

matakamera, Nganjuk – Gedung baru RSUD Kertosono telah diresmikan oleh Bupati Nganjuk Taufiqurrahman pada 27 Mei 2017 lalu.

Sedianya, megaproyek APBD senilai hampir Rp 200 Milyar itu direncanakan akan diresmikan oleh Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla, namun tidak kesampaian. Mengapa?

Wakil Ketua Komisi C DPRD Nganjuk  M.Fauzi Irwana mengungkapkan, ada permasalahan pelik terkait perizinan operasional RSUD Kertosono, yang membuat Wapres tak berkenan hadir.

“Waktu itu kan Bupati (Taufiqurrahman) menyampaikan, peresmiannya (RSUD) Kertosono diresmikan Pak Wapres. Tapi karena izinnya belum ada, beliau (Wapres) tidak berkenan. Akhirnya diresmikan sendiri oleh Saudara Bupati,” ujar Fauzi kepada wartawan, di sela agenda rapat Paripurna Istimewa tentang penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI di DPRD Nganjuk, Jumat 14 Juli 2017.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Nganjuk Fauzi Irwana saat membahas masalah izin RSUD Kertosono di depan Plt Sekda Agus Subagijo, 14 Juli 2017 (matakamera/ist)
Dalam paripurna, Fauzi juga melayangkan protes keras kepada Plt Sekda Nganjuk Agus Subagijo yang mewakili Bupati Nganjuk.

Menurut Fauzi, Bupati Nganjuk memaksakan peresmian rumah sakti tipe C tersebut, meskipun belum mengantongi izin operasional. Dampaknya fatal, karena semua anggaran yang dipakai oleh rumah sakit seperti biaya rekening listrik, PDAM, biaya telpon dan biaya rekanan CV cleaning service menjadi ilegal.

Contohnya, biaya rekening listrik perbulan di rumah sakit tersebut mencapai Rp 45 juta. “Wajib dihentikan karena belum ada izin operasional,” ujar politisi Partai Demokrat ini.

Lebih lanjut Fauzi mengatakan, penggunaan anggaran RSUD Kertosono baru saat ini setiap bulannya bisa mencapai ratusan juta rupiah, dan rawan terjadi pelanggaran hukum.

Plt Sekda Agus menanggapi dingin protes tersebut. Mantan Kepala Dinas Pertanian Nganjuk ini hanya menjawab bahwa anggaran yang digunakan itu masih masuk rumah sakit lama.(ds/ab/2017)

Lihat Profil MATAKAMERA.NET

Share on Google Plus

About matakamera.net

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System