Viral Jemaah Aolia 'Telepon Allah', Ulama Nganjuk Minta Masyarakat Hati-Hati

Ketua MUI Nganjuk KH Ali Mustofa dalam Rapat Kerja di Aula Kemenag Nganjuk, Sabtu (6/4/2024)
Sabtu 6 April 2024

NGANJUK, matakamera.net - Baru-baru ini, jemaah Masjid Aolia Gunung Kidul, Yogyakarta menjadi viral lantaran tokohnya mengklaim bisa menelepon Allah SWT, untuk penentuan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 H.

Kabar tersebut seketika mendapat sorotan dari berbagai pihak. Termasuk dari beberapa tokoh Ulama di Kabupaten Nganjuk. Salah satunya Ketua Majelis Ulama Indonesia KH. Ali Mustofa.

Menurut Kiai Ali, tokoh masyarakat hendaknya bijak menyampaikan statemen keagamaan diranah publik, mengingat hal tersebut sangat sensitif.

Kyai Ali mewanti-wanti agar masyarakat berhati-hati berbicara jika menyangkut simbol-simbol Agama dan ketentuan syariat Islam yang sudah jelas aturannya.

"Semua agar berhati-hatilah berbicara jika menyangkut ketentuan syariat  Islam, jangan untuk main-main," ujar Kiai Ali, dalam Rapat Kerja Pimpinan MUI Kabupaten Nganjuk di Aula  Kemenag Nganjuk, (Sabtu 6/03/2024).

Lebih lanjut Kyai Ali mengajak semua tokoh masyarakat bersatu padu menjaga kerukunan Umat menjaga kekhusyukan  Ibadah dengan tidak membuat statemen yang aneh-aneh.

"Mari kita jaga kekhusyukan Ramadhan dengan saling mengingatkan, apalagi di Media Sosial janganlah  membawa-bawa Agama untuk sekedar konten," ucapnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Tankila Grompol Prambon ini juga menyoroti sejumlah kreator yang viral karena Iso kontroversi menyangkut syariat Agama. Seperti Gus Samsudin yang bermasalah denga hukum karenamrmbuat konten yang membolehkan tukar pasangan.

Berikutnya juga terkait viralnya isu praktek kawin dengan hewan kambing di Banyuwangi.

Hal senada disampaikan Sekretaris PC Nahdlatil Ulama Kabupaten Nganjuk, DR. Ali Anwar. Dosen di salah satu Kampus di Nganjuk itu mengatakan, tokoh masyarakat harus cermat bicara dalam persoalan syariat Agama.

Hendaknya, kata Ali Anwar, Syariat Islam dijadikan sebagai sumber dalam berbagai persoalannya masyarakat, sehingga tidak menafsirkan berdasarkan opini pribadi.

"Syariat Islam itu patokan yang paling normal jika menyangkut persoalan Ibadah Mahdoh. Selebihnya jika memiliki keterbatasan Ilmu tidak harus bisa menahan diri," kata Ali Anwar.

Sementara itu Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Nganjuk Ustadz Juwari mengatakan, semua kelompok masyarakat harus saling menguatkan bergandengan tangan, jika ada isu-Isu yang sensitif bisa segera diantisipasi.

"Kuncinya saya kira membangunkan komunikasi dan silaturahim antar tokoh masyarakat dan pimpinan ormas agar segala hal bisa di cari solusinya bersama," ungkapnya.

Untuk diketahui, Mbah Benu Tokoh Jamaah Masjid Aolia sedang menjadi buah bibir di jagat maya.

Ia mengaku mendapatkan petunjuk langsung dari Sang Pencipta dan telah mendapatkan Isyarat untuk menggelar Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1445 H pada tanggal 05 Maret 2024.

Mayoritas Organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah, NU dan Pemerintah berpotensi besar akan menggelar Sholat Idul Fitri pada 10 Maret 2024 sambil menunggu hasil Sidang Isbat.

Ro/Pas/2024
Share on Google Plus

About matakamera.net

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System