![]() |
| Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono bersama istri saat meletakkan batu pertama pembangunan masjid wakaf di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Loceret, Sabtu (17/1/2026) |
Masjid yang akan berdiri di tepi Jalan Raya Semeru tersebut dibangun di atas tanah wakaf keluarga istrinya, Yuni Heru Tjahjono, tanpa melibatkan sumbangan uang tunai dari pihak mana pun.
Masjid ini berdiri di lahan yang sebelumnya merupakan rumah almarhum orang tua Yuni, Imam dan Rusmini. Setelah melalui musyawarah panjang keluarga besar sebagai ahli waris, tanah tersebut disepakati untuk diwakafkan dan dimanfaatkan sebagai rumah ibadah bagi masyarakat sekitar.
Inisiatif pembangunan sepenuhnya datang dari Yuni, yang juga menjadi donatur tunggal dalam proyek tersebut.
“Donatur tunggalnya orang di sebelah saya ini,” ujar Tatit sambil menunjuk istrinya.
Ia menegaskan, pembangunan masjid dilakukan dengan niat tulus keluarga, sehingga tidak membuka donasi dalam bentuk uang. Meski demikian, masyarakat yang ingin berpartisipasi tetap dipersilakan menyumbang dalam bentuk material bangunan seperti semen, pasir, kayu, dan kebutuhan lainnya.
Prosesi peletakan batu pertama diawali dengan doa bersama dan tumpengan sebagai ungkapan syukur sekaligus permohonan kelancaran pembangunan.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai tokoh lintas partai politik, pejabat Pemerintah Daerah Nganjuk, pengurus DPC PDI Perjuangan, alim ulama, serta masyarakat setempat. Kehadiran tokoh lintas partai ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kolaborasi untuk kepentingan umat.
Dengan luas bangunan sekitar 20 meter persegi dan halaman seluas 12 meter persegi, masjid direncanakan dibangun dua lantai dengan area parkir yang cukup luas. Pembangunan diperkirakan memakan waktu enam hingga tujuh bulan.
Tatit berharap masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan keagamaan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Politisi yang dikenal berhaluan nasionalis ini mengaku pembangunan masjid tersebut merupakan wujud hidayah yang ia rasakan. “Saya merasa mendapatkan hidayah untuk mewujudkan pembangunan masjid ini. Nasionalisme dan religiusitas bisa berjalan seiring,” tuturnya.
Dukungan pun datang dari berbagai pihak. Para tamu undangan menilai pembangunan masjid wakaf ini sebagai contoh positif bagaimana nilai keagamaan, kebersamaan sosial, dan lintas partai dapat bersatu demi kemajuan wilayah.
Tatit pun memohon doa restu agar pembangunan berjalan lancar dan kelak menjadi amal jariyah bagi almarhum orang tua mertuanya serta keberkahan bagi siapa saja yang memanfaatkannya.
Rif/Pas/2026


0 komentar:
Posting Komentar