Jumat 1 Mei 2026
Tanggal 1 Mei adalah Hari Buruh Sedunia (May Day). Penetapan 1 Mei sebagai Hari Buruh Sedunia tersebut berasal dari suatu peristiwa perburuhan di Chicago, Amerika Serikat, tahun 1886.
Pada saat itu ribuan buruh di kota tersebut melakukan aksi unjuk rasa besar besaran menuntut kenaikan kesejahteraan, dengan kenaikan upah serta pengurangan jam kerja. Aksi unjuk rasa ini sampai berdarah.
Pemerintah Indonesia selama Rezim Orde Baru, tidak pernah mengakui/ mengikuti penetapan tgl 1 Mei sebagai hari buruh sedunia. Sehingga peringatan atau perayaan Hari Buruh dilarang di Indonesia. Rezim Orde Baru menganggap, bahwa gerakan buruh merupakan gerakan kiri.
Demikian juga istilah buruh pun,dianggap sebagai lebel kaum kiri. Pemerintah Orde Baru mengganti istilah buruh menjadi karyawan . Kita tahu Rezim Orde Baru sangat antipati terhadap faham berbau kekiri -kirian.
Indonesia baru mengakui 1 Mei sebagai hari Buruh Sedunia pada era Presiden Susilo Bambang Yudoyono dan berlaku efektif pada tahun 2014. Dan mulai saat itu, 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Kalau menilik sejarah, gerakan buruh di Indonesia sudah mulai muncul jauh sebelum Indonesia merdeka. Tepatnya bersamaan dengan tumbuhnya semangat nasionalisme dan semangat kebangsaan di kalangan kaum terdidik.
Orang pribumi pertama kali yang menggerakkan kaum buruh untuk menuntut hak haknya adalah Raden Mas Soeryopranoto. Bangsawan kraton ini dijuluki sebagai raja mogok, karena aksinya berhasil membuat para buruh pabrik gula mogok secara massal.
Sehingga oleh pemerintah Belanda dijuluki sebagai 'De Stakingdkoning. Aksi mogok para buruh pabrik gula ini terjadi tahun 1918.
Untuk menggerakkan buruh pabrik gula, bangsawan Pakualam, Jogja tersebut mendirikan organisasi Personeel Fabriek Bond (PFB).Melalui organisasi ini ia berhasil menggerakkan buruh secara militan dan besar besaran.
Tokoh lain dalam gerakan buruh pada era ini adalah Semaun . Kita tahu Semaun adalah pendiri sekaligus Ketua Partai Komunis Indonesia (PKI) yg pertama.
Sebelum ia menjadi aktivis gerakan kiri Indonesia, pria kelahiran Curahmalang, Mojokerto ini berkerja sebagai klrerek Kereta Api. Semangat nasionalismenya muncul, pada saat ia bergabung dengan organisasi Syarekat Islam.
Namun, ediologi politiknya berubah haluan, setelah dirinya berkenalan dengan Hebk Sneevliet, seorang komunis Belanda. Dari Sneevliet inilah, Semaun menjadi penganut ediologi kiri yg radikal.
Pada tahun 1923 ia berhasil menggerakkan para buruh Kereta Api untuk mogok massal. Akibat aksi mogok buruh ini Kereta Api sempat tidak beroperasi. Akibatnya, Semaun ditangkap pemerintah kolonial dan diasingkan ke Negeri Belanda.
Tokoh lain dalam gerakan buruh Indonesia adalah Setiajit Soegondo. Ia adalah anak tiri Raden Ajeng Kartini dan mengenyam pendidikan di Negeri Belanda.
Pada saat kuliah di Belanda ia sudah aktif gerakan nasionalisme Indonesia . Pada Perang Dunia Pertama, ia menjadi anggota gerakan bawah tanah melawan Nazi Jerman.
Sstelah pulang ke Indonesia pada tahun 1946 bersama SK Tri Murti mendirikan Partai Buruh Indonesia (PBI). Pada tahun 1946 itu pula Setiajid mendirikan organisasi Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia ,(Sobsi).
Setiajid ini termasuk tokoh gerakan kiri, karenanya ia sempat menjadi Wakil Perdana Menteri di Pemerintahan Amir Syarifudin. Sebelumnya ia menjabat Wakil Menteri Perburuhan di Kabinet Sutan Syahrir. Sebagai seorang yg berfaham kiri, ia sering terlibat dalam gerakan buruh.
Ia dihukum mati dalam pengadilan militer, karena dinilai terlibat dalam pemberontakan PKI Madiun tahun 1948.
(Penulis adalah mantan wartawan)
Oleh : Juwahir
Tanggal 1 Mei adalah Hari Buruh Sedunia (May Day). Penetapan 1 Mei sebagai Hari Buruh Sedunia tersebut berasal dari suatu peristiwa perburuhan di Chicago, Amerika Serikat, tahun 1886.
Pada saat itu ribuan buruh di kota tersebut melakukan aksi unjuk rasa besar besaran menuntut kenaikan kesejahteraan, dengan kenaikan upah serta pengurangan jam kerja. Aksi unjuk rasa ini sampai berdarah.
Pemerintah Indonesia selama Rezim Orde Baru, tidak pernah mengakui/ mengikuti penetapan tgl 1 Mei sebagai hari buruh sedunia. Sehingga peringatan atau perayaan Hari Buruh dilarang di Indonesia. Rezim Orde Baru menganggap, bahwa gerakan buruh merupakan gerakan kiri.
Demikian juga istilah buruh pun,dianggap sebagai lebel kaum kiri. Pemerintah Orde Baru mengganti istilah buruh menjadi karyawan . Kita tahu Rezim Orde Baru sangat antipati terhadap faham berbau kekiri -kirian.
Indonesia baru mengakui 1 Mei sebagai hari Buruh Sedunia pada era Presiden Susilo Bambang Yudoyono dan berlaku efektif pada tahun 2014. Dan mulai saat itu, 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Kalau menilik sejarah, gerakan buruh di Indonesia sudah mulai muncul jauh sebelum Indonesia merdeka. Tepatnya bersamaan dengan tumbuhnya semangat nasionalisme dan semangat kebangsaan di kalangan kaum terdidik.
Orang pribumi pertama kali yang menggerakkan kaum buruh untuk menuntut hak haknya adalah Raden Mas Soeryopranoto. Bangsawan kraton ini dijuluki sebagai raja mogok, karena aksinya berhasil membuat para buruh pabrik gula mogok secara massal.
Sehingga oleh pemerintah Belanda dijuluki sebagai 'De Stakingdkoning. Aksi mogok para buruh pabrik gula ini terjadi tahun 1918.
Untuk menggerakkan buruh pabrik gula, bangsawan Pakualam, Jogja tersebut mendirikan organisasi Personeel Fabriek Bond (PFB).Melalui organisasi ini ia berhasil menggerakkan buruh secara militan dan besar besaran.
Tokoh lain dalam gerakan buruh pada era ini adalah Semaun . Kita tahu Semaun adalah pendiri sekaligus Ketua Partai Komunis Indonesia (PKI) yg pertama.
Sebelum ia menjadi aktivis gerakan kiri Indonesia, pria kelahiran Curahmalang, Mojokerto ini berkerja sebagai klrerek Kereta Api. Semangat nasionalismenya muncul, pada saat ia bergabung dengan organisasi Syarekat Islam.
Namun, ediologi politiknya berubah haluan, setelah dirinya berkenalan dengan Hebk Sneevliet, seorang komunis Belanda. Dari Sneevliet inilah, Semaun menjadi penganut ediologi kiri yg radikal.
Pada tahun 1923 ia berhasil menggerakkan para buruh Kereta Api untuk mogok massal. Akibat aksi mogok buruh ini Kereta Api sempat tidak beroperasi. Akibatnya, Semaun ditangkap pemerintah kolonial dan diasingkan ke Negeri Belanda.
Tokoh lain dalam gerakan buruh Indonesia adalah Setiajit Soegondo. Ia adalah anak tiri Raden Ajeng Kartini dan mengenyam pendidikan di Negeri Belanda.
Pada saat kuliah di Belanda ia sudah aktif gerakan nasionalisme Indonesia . Pada Perang Dunia Pertama, ia menjadi anggota gerakan bawah tanah melawan Nazi Jerman.
Sstelah pulang ke Indonesia pada tahun 1946 bersama SK Tri Murti mendirikan Partai Buruh Indonesia (PBI). Pada tahun 1946 itu pula Setiajid mendirikan organisasi Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia ,(Sobsi).
Setiajid ini termasuk tokoh gerakan kiri, karenanya ia sempat menjadi Wakil Perdana Menteri di Pemerintahan Amir Syarifudin. Sebelumnya ia menjabat Wakil Menteri Perburuhan di Kabinet Sutan Syahrir. Sebagai seorang yg berfaham kiri, ia sering terlibat dalam gerakan buruh.
Ia dihukum mati dalam pengadilan militer, karena dinilai terlibat dalam pemberontakan PKI Madiun tahun 1948.
(Penulis adalah mantan wartawan)

0 komentar:
Posting Komentar