Ngopi-Mecel Bareng Berhadiah Tujuh Motor hingga Sepeda Listrik, Kang Marhaen-Mas Handy Genjot Kepatuhan Warga Membayar Pajak

Kang Marhaen-Mas Handy menghadiri Ngopi & Mecel Bareng, sekaligus pengundian pajak berhadiah motor hingga sepeda listrik di Alun-Alun Nganjuk, Ahad pagi (13/9/2026)
Ahad 13 September 2026

NGANJUK, matakamera.net – Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus mendorong kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak. Upaya itu dikemas dengan cara yang lebih dekat dengan warga melalui kegiatan Ngopi dan Mecel Bareng Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk di Alun-Alun Nganjuk, Ahad (13/9/2026).

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi bersama Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro hadir langsung dalam kegiatan yang digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Nganjuk tersebut.

Ribuan warga turut memadati alun-alun untuk mengikuti senam, menikmati pecel khas Nganjuk dan Kopi Wilis, sekaligus menyaksikan pengundian hadiah bagi wajib pajak.

Tak sekadar hiburan, kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemkab Nganjuk kepada masyarakat yang telah memenuhi kewajiban perpajakan. Beragam hadiah disiapkan, mulai televisi LED, lemari es, mesin cuci, sepeda gunung, hingga masing-masing tujuh sepeda motor dan sepeda listrik.

Kang Marhaen mengatakan, pajak yang dibayarkan masyarakat memiliki peran penting dalam menopang pembangunan daerah.

Melalui Ngopi & Mecel Bareng, Kang Marhaen-Mas Handy ajak warga Nganjuk taat membayar pajak

“Karena pajak yang panjenengan bayarkan juga untuk kabupaten kita, untuk pembangunan Nganjuk,” ujar Marhaen.


Orang nomor 1 di Kota Angin itu menyampaikan apresiasi kepada seluruh wajib pajak yang selama ini ikut menopang pembangunan melalui kepatuhan membayar pajak. Menurutnya, penerimaan pajak nantinya kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan maupun peningkatan pelayanan publik.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kabupaten Nganjuk Slamet Basuki menyebut tingkat penerimaan daerah menunjukkan tren positif. Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2025 tercatat mencapai 109 persen dari target.

Sedangkan hingga September 2026, realisasi pajak daerah telah menyentuh sekitar 80 persen dari target yang ditetapkan.

Capaian tersebut salah satunya ditopang transformasi digital dalam pembayaran pajak dan retribusi. Bapenda mengembangkan pembayaran berbasis QRIS untuk parkir, retribusi pasar dan sektor pariwisata, hingga layanan kesehatan di RSUD Nganjuk dan RSUD Kertosono.

Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Nganjuk juga melaunching pemberlakuan parkir QRIS bagi kendaraan luar daerah. Peluncuran ditandai dengan pemakaian rompi juru parkir Dinas Perhubungan oleh Kang Marhaen dan Mas Handy.

Digitalisasi juga menyasar pelayanan administrasi PBB. Melalui aplikasi PAMONG SIGAP, masyarakat dapat mengurus administrasi PBB melalui pemerintah desa sehingga tidak perlu datang langsung ke kantor Bapenda maupun Mal Pelayanan Publik Nyawiji Nganjuk.

Slamet menekankan, peningkatan penerimaan pajak tetap diimbangi dengan kebijakan yang mempertimbangkan kemampuan masyarakat. Pemkab Nganjuk tidak menaikkan tarif pajak, memberikan stimulus NJOP PBB sebesar 60 persen, serta membebaskan BPHTB untuk mendukung program pembangunan tiga juta rumah.

Rif/Pas/ads/2026
Share on Google Plus

About matakamera.net

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Comments System