Pemkab Nganjuk Peringati Hardiknas dan Harkitnas ke-115 di Monumen Dr Soetomo

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menjadi inspektur upacara Hardiknas dan Harkitnas ke-115 di Monumen dr Soetomo, Senin (22/5/2023)
Senin 22 Mei 2023

matakamera, Nganjuk - Pemkab Nganjuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-115 secara bersamaan dengan menggelar upacara bendera di Halaman Monumen dr. Soetomo Ngepeh, Kecamatan Loceret, Senin (22/05/2023).

Uniknya, kegiatan bertajuk "Semangat Untuk Bangkit" ini dihadiri para peserta dengan mengenakan pakaian adat hingga pakaian batik khas Nganjuk.

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi hadir langsung sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya Marhaen menyampaikan, pendidikan merupakan aspek penting yang dapat menciptakan generasi unggul untuk kemajuan Kabupaten Nganjuk.
Kang Marhaen, sapaan akrabnya, menyebut ada dua momentum ebangkitan pada giat ini, pertama yakni mengajak para peserta upacara untuk mengenang sekaligus mencontoh semangat perjuangan dr. Soetomo.

Di mana, dr. Soetomo merupakan salah satu orang asli Nganjuk yang menjadi pendiri Organisasi Boedi Oetomo.

"Hal inilah yang menjadi inspirasi kita bersama untuk selalu mengenang dan tidak melupakan jas merah seorang dr. Soetomo sebagai warga asli Nganjuk yang kuliah di kedokteran Stovia. Untuk mengenang itu, maka hari ini kita melaksanakan upacara Hardiknas dan Harkitnas di Monumen Ngepeh sebagai tempat lahirnya dr. Soetomo," ungkap Kang Marhaen.

School tot Opleiding van Inlandsche Artsen, atau yang juga dikenal dengan singkatannya STOVIA, adalah sekolah untuk pendidikan dokter pribumi di Batavia pada zaman kolonial Hindia Belanda. Saat ini sekolah ini telah menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Kedua, Kang Marhaen menyebutkan, pada tanggal 20 Mei 1908 dan 28 Oktober 1928 adalah momentum kebangkitan Indonesia. Oleh karena itu, ada empat hal yang bisa dipetik dari dua hari besar nasional ini.

“Di antaranya, yakni bangkit dalam mempromosikan pendidikan dan kebudayaan. Kemudian mampu menciptakan rasa nasionalisme, ketiga mempertahankan kesatuan dan persatuan dan terakhir bangkit untuk mendirikan organisasi perjuangan kemerdekaan,“ pungkasnya.

Lebih lanjut, Kang Marhaen berpesan agar masyarakat Nganjuk bisa memaknai Hardiknas dan Harkitnas ini dengan menjaga persatuan dan kesatuan, sehingga kondusifitas wilayah Kabupaten Nganjuk tetap terjaga.

"Mesti kita beragam, jangan sampai kita terprovokasi dengan beredarnya berita hoaks. Yuk, kita jaga Nganjuk bersama-sama dan berantas radikalisme," imbuhnya.

Sebagai informasi, turut hadir dalam acara tersebut Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beserta ibu, Kepala OPD, Camat, Insan Pendidikan dan TNI- Polri, Pepabri dan Veteran. 

Rif/ads/Nji
Share on Google Plus

About matakamera.net

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System