Tinjau Peternakan Sapi di Nganjuk, Khofifah Sebut Stok Hewan Kurban Surplus

Sabtu 2 Mei 2026

NGANJUK, matakamera.net - Ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur tahun ini dipastikan melimpah. Bahkan, jumlahnya tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal, tetapi juga berpotensi memasok daerah lain hingga menembus pasar luar negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat meninjau peternakan sapi di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (2/4/2026).

Menurut Khofifah, besarnya populasi ternak di Jawa Timur menjadi peluang strategis yang harus dimanfaatkan secara optimal, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspansi internasional. Ia menyebut, komunikasi dengan pihak luar negeri mulai menunjukkan hasil positif.

“Baru kemarin saya bertemu Duta Besar Arab Saudi. Mereka tertarik dengan potensi ternak kita. Saya sampaikan bahwa populasi sapi, domba, dan unggas di Jawa Timur tertinggi di Indonesia, ditambah sebagian besar RPH kita sudah bersertifikat halal,” ujarnya.

Selain itu, kerja sama ekspor juga mulai terbuka. Setelah pengiriman domba ke Malaysia, kini peluang pasar ke Arab Saudi tengah dijajaki lebih lanjut.

Khofifah juga menyoroti kualitas ternak di Nganjuk yang dinilai sangat menjanjikan. Salah satunya terlihat di Kandang Sapi Baru yang saat ini menampung ratusan sapi kurban dengan kondisi prima.

“Sapi-sapi di sini besar dan sehat. Ini peluang besar bagi peternak untuk memperluas pasar, terutama ke luar negeri. Tinggal bagaimana akses pasarnya kita perkuat bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, Indyah Aryani, menjelaskan bahwa kebutuhan hewan kurban tahun ini diperkirakan mencapai 427.600 ekor. Namun, ketersediaan jauh melampaui angka tersebut.

Ia merinci, populasi ternak saat ini meliputi lebih dari satu juta ekor sapi, ratusan ribu kambing dan domba, serta ribuan kerbau. Dengan kondisi itu, surplus mencapai ratusan ribu ekor di setiap jenis ternak.

“Stok kita sangat aman, bahkan surplus besar. Sapi lebih dari 600 ribu ekor, kambing sekitar 650 ribu, dan domba juga melimpah,” jelas Indyah.

Pengawasan kesehatan hewan pun terus diperketat. Meski permintaan diprediksi meningkat 10 hingga 15 persen, pengendalian penyakit seperti PMK dan LSD dinilai berjalan efektif melalui vaksinasi dan pengobatan rutin.

“Pergerakan ternak kita awasi ketat. Hewan yang sakit langsung ditangani, yang sehat divaksin. Dengan langkah ini, kondisi tetap terkendali,” tambahnya.

Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, yang turut mendampingi Khofifah, memastikan ternak yang ditinjau bersama gubernur dalam kondisi sehat. Ia bahkan menyebut beberapa sapi memiliki bobot hingga lebih dari satu ton.

“Kita lihat langsung tadi, kondisinya bagus dan sehat. Ini tentu menjadi optimisme bahwa sampai Idul Kurban nanti semuanya berjalan lancar,” pungkas Trihandy.

Rif/Pas/2026
Share on Google Plus

About matakamera.net

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Comments System