![]() |
| Bupati Madiun Hari Wuryanto saat menghadiri kegiatan MPLS di SMPN 4 Mejayan |
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun Agus Sucipto S.Pd., M.Pd. mengatakan, MPLS bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum membangun karakter, menanamkan budaya disiplin, gotong royong, kepedulian, serta membiasakan pola hidup bersih dan sehat.
![]() |
| Kegiatan MPLS di SMPN 2 Saradan |
"Pelaksanaan MPLS tahun ini mengedepankan prinsip ramah anak, edukatif, aman, dan menyenangkan. Tidak ada perpeloncoan ataupun bentuk kekerasan. Tujuannya agar peserta didik mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara positif sekaligus memahami budaya sekolah yang aman dan nyaman," ujar Agus.
Hari pertama MPLS, Senin (13/7/2026), diawali dengan prosesi penyerahan siswa baru dari guru kelas VI SD kepada guru kelas VII SMP yang disaksikan orang tua atau wali murid. Momen tersebut menjadi simbol penguatan sinergi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah dalam mendampingi proses adaptasi siswa.
Masih di hari yang sama, Disdikbud bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB PPPA) Kabupaten Madiun menggelar edukasi pemenuhan hak dan perlindungan anak sebagai upaya pencegahan perkawinan anak.
Dalam kegiatan itu, Bupati Madiun menjadi narasumber di SMP Negeri 4 Mejayan, sedangkan Wakil Bupati Madiun memberikan materi di SMP Negeri 2 Saradan. Edukasi tersebut bertujuan menanamkan pemahaman mengenai hak-hak anak sekaligus pentingnya melanjutkan pendidikan demi masa depan yang lebih baik.
![]() |
| Kegiatan MPLS di SMPN 1 Mejayan |
Rangkaian MPLS juga diisi materi kesehatan. Pada Rabu (15/7/2026), Disdikbud bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun memberikan edukasi kepada seluruh 53 SMP mengenai Kampanye Sekolah Sehat, pencegahan stunting pada remaja, serta gerakan stop bullying.
![]() |
| Kegiatan MPLS di SMPN 2 Mejayan |
Menurut Agus, pembekalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa untuk menjaga kesehatan fisik maupun mental, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan.
Selain itu, pada 14, 16, dan 17 Juli, Disdikbud bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Madiun juga memberikan sosialisasi HIV dan AIDS di lima sekolah, yakni SMP Negeri 1 Pilangkenceng, SMP Negeri 1 Kare, SMP Negeri 1 Jiwan, SMP Negeri 1 Balerejo, dan SMP Negeri 1 Geger.
Melalui sosialisasi tersebut, peserta didik dibekali pemahaman mengenai pencegahan HIV dan AIDS, pentingnya perilaku hidup sehat, sekaligus membangun sikap saling menghormati tanpa memberikan stigma kepada penyandang HIV dan AIDS.
Agus menegaskan, seluruh rangkaian MPLS mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah serta berbagai regulasi pendukung lainnya.
"Kami berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan baik, memiliki karakter yang beriman, disiplin, peduli, sehat, dan semangat belajar tinggi. Sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan ramah anak," pungkasnya.
Her/Pas/adv/2026




0 komentar:
Posting Komentar