Kamis 9 Juli 2026NGANJUK, matakamera.net – Mbah Sojo, (66), seorang lansia asal Desa Sugihwaras, Kecamatan Bagor, itu harus bertahan hidup seorang diri di rumah reyot dan tak layak huni.
Pantauan matakamera.net, atap rumah Mbah Sojo yang berada di dalam gang sempit itu banyak berlubang. Beberapa bagian atap bahkan sudah ambrol. Dindingnya juga rapuh dan rawan roboh sewaktu-waktu.
"Kalau hujan itu bocor semua," ujar Mbah Sojo, Kamis (9/7/2026).
Rumah tak layak huni ini sudah ditempati Mbah Sojo selama lebih dari 20 tahun. Rasa cemas juga selalu menghantuinya ketika angin kencang datang. Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Sebab, sebagian tembok rumahnya, yang sebelumnya difungsikan sebagai kandang, pernah ambruk diterjang angin.
"Sudah pernah roboh temboknya," ujarnya.
Di usia yang tak lagi muda, Mbah Sojo menjalani hidup seorang diri. Kedua anaknya telah berkeluarga dan tinggal bersama suami masing-masing. Sementara dirinya juga sudah lama berpisah dengan sang istri.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Mbah Sojo bekerja serabutan. Ia mencari rumput untuk pakan ternak milik orang lain. Sojo mengaku juga bekerja serabutan, menerima pekerjaan apa pun yang ditawarkan warga.
"Nggak punya dapur karena sudah roboh. Kalau makan di warung atau kadang-kadang dapat kiriman makanan dari saudara," imbuhnya.
Rumah yang ditempati Mbah Sojo hingga kini juga belum memiliki sambungan listrik sendiri. Saat malam tiba, penerangan hanya berasal dari satu lampu yang dialiri listrik dari rumah sepupunya di depan.
"Tidak punya listrik. Ini ada lampu dialiri kabel dari tetangga rumah di depan, rumah milik sepupu. Dari dulu memang tidak pernah pasang listrik," ungkapnya.
Saat beristirahat, Mbah Sojo pun tidak memiliki kasur. Ia hanya membentangkan tikar sebagai alas tidur di lantai rumah yang mulai lapuk dimakan usia.
Selama ini Mbah Sojo mengaku belum pernah menikmati perbaikan ataupun renovasi. Padahal, ia telah mengajukan permohonan bantuan perbaikan rumah, namun hingga kini belum juga terealisasi.
Bantuan yang pernah diterimanya hanya berupa sembako dan bantuan uang tunai sebesar Rp900 ribu yang baru diterima satu kali.
"Belum pernah direnovasi. Sebenarnya sudah pernah mengajukan, tapi belum dapat. Beberapa tahun lalu pernah dapat bantuan beras sama uang Rp900 ribu," tuturnya.
Mbah Sojo berharap ada uluran tangan yang benar-benar dapat membantunya memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak untuk menghabiskan sisa umur.
Rif/Pas/2026
Home
Berita
Regional
sosial
Bikin Trenyuh, Mbah Sojo Hidup Sebatangkara di Rumah Beratap Bocor dan Rawan Roboh
- Blogger Comment
- Facebook Comment
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

0 komentar:
Posting Komentar