![]() |
| Muhammad Roissudin terpilih aklamasi menjadi Ketua ICMI Nganjuk 2026-2030 |
Terpilihnya Roissudin menjadi simbol regenerasi kepemimpinan di tubuh ICMI Nganjuk. Di tengah proses menempuh program doktoral di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, ia dinilai memiliki modal intelektual yang kuat untuk membawa organisasi cendekiawan muslim tersebut menghadapi tantangan zaman.
Namun, kapasitas akademik bukan satu-satunya alasan Roissudin mendapat kepercayaan. Ia juga dinilai memiliki pengalaman praksis yang menjadi modal penting untuk menerjemahkan gagasan keilmuan ke dalam kerja-kerja nyata di tengah masyarakat.
Kini, ia mendapat mandat besar untuk memimpin ICMI Nganjuk selama empat tahun ke depan. Tantangan yang dihadapi tidak ringan. ICMI dituntut tidak hanya hadir sebagai organisasi yang menghasilkan gagasan, tetapi juga mampu memberi kontribusi konkret terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Roissudin akan didampingi sejumlah tokoh berpengalaman dalam struktur formatur. Di antaranya Juwahir, Dr. Nuhadi, Eko Hendratno, dan Faisal Anshori. Komposisi tersebut diharapkan menjadi kekuatan untuk membangun kepengurusan yang solid sekaligus adaptif.
Arah kepemimpinan Roissudin juga akan melanjutkan gagasan besar yang sebelumnya disampaikan Juwahir. Yakni menjadikan ICMI sebagai “suluh peradaban” di tengah krisis kepercayaan masyarakat.
Sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian utama. Roissudin diharapkan mampu mendorong penguatan akses beasiswa, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta membangun kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas.
Persoalan kekerasan dan bullying di lingkungan pendidikan juga menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan. ICMI diharapkan mampu mengambil peran advokasi agar sekolah dan kampus benar-benar menjadi ruang aman bagi generasi muda untuk belajar dan berkembang.
Dengan legitimasi aklamasi, Roissudin kini memikul amanah untuk membawa ICMI Nganjuk ke arah yang lebih berdampak. Tantangannya adalah bagaimana menjadikan kapasitas intelektual dan gagasan besar tidak berhenti di ruang diskusi, tetapi hadir dalam bentuk program dan perubahan nyata di tengah masyarakat.
Di bawah kepemimpinannya, ICMI Nganjuk diharapkan mampu tampil sebagai organisasi cendekiawan yang tidak hanya berbicara tentang masa depan, tetapi ikut menyiapkan dan menggerakkan perubahan tersebut.
Rif/Pas/2026

0 komentar:
Posting Komentar